Ini Perbandingan Imbal Balik Investasi Rp 500.000,- Emak per Bulan

Emak yang baik hati dan rajin menabung, pernah terbersit pikiran seperti ini nggak,”Saya sudah rajin menabung dengan rajin menyisihkan sekian rupiah di bank, tapi bunganya segitu-gitu saja,”

Saya pernah Mak. Apalagi kalau ingat dari bunga yang didapat itu masih dipotong pajak. Belum biaya administrasi yang harus kita bayar ke bank. Jadi makin kecil saja net interest atau bunga bersih yang didapat. Hiks!

Lalu, saya coba menambah sedikit jumlah uang yang untuk ditabung setiap bulannya. Memang agak sedikit bertambah. Namun kalau ditelisik, ternyata sebenarnya sama saja karena nominal persentase bunganya tetap sama. Kecuali kalau pindah ke lain hati, ke bank yang berbeda. Atau beralih ke deposito.

Ok, saya kemudian membuka tabungan deposito namun tetap di bank yang sama karena saya termasuk orang yang malas ribet dengan urusan administratif yang harus dilalui ketika membuka rekening baru di sebuah bank baru. Eniwe, dulu saya pernah punya ide bikin cap yang berisi nama saya, nomor KTP, dan alamat tempat tinggal sehingga jika diperlukan saya tinggal stempel saja dan tidak repot. Namun ketika itu saya hanya bisa menertawakan diri sendiri, mengingat sebelumnya saya yang ketika itu menjadi credit analyst selalu strict dengan KYC (know your customer) yangmana sedikit kesalahan tulis saja akan memerlukan konfirmasi dari nasabah dengan tanda tangan. Jadi, mana mungkin bisa saya tinggal main stempel saja. Bisa diragukan Mak, keotentikannya.

Tapi sampai sekarang saya masih ingin bikin cap tersebut buat jaga-jaga jika diperlukan. Misalnya pas tangan kita pegel mengisi banyak kupon undian dari supermarket langganan. Nah, dengan cap itu kita tinggal stempel saja dengan cepat. Hehehe. #Ngeles.

He-em. Jadi saya beralih ke deposito. Persentase bunga yang didapat bergantung pada pilihan kita terhadap waktu (1/3/6/12 bulan), persentase bunga yang berlaku ketika itu di bank pilihan kita, dan nominal jumlah uang yang kita depositokan. Tentunya, semakin kita rajin window shopping memilih bank mana yang menawarkan bunga tertinggi dan semakin banyak uang yang kita setor, maka bunga yang kita dapat juga semakin bertambah.

Dari beberapa bulan menabung berupa deposito, memang terlihat perbedaan bunga yang didapat dibanding sewaktu menabung dalam bentuk tabungan (simpanan) bank biasa. Apalagi jika bunga yang didapat itu tidak kita ambil setiap bulannya namun tetap kita simpan di rekening deposito tersebut sehingga menjadi bunga berbunga. At the end of the month, memang saya menjadi senyum-senyum sendiri. Namun ketika ingat bahwa bunga tersebut masih harus dipotong pajak, yang tadinya manis berubah jadi senyum kecut.

Yang perlu kita ketahui bersama, bahwa setiap penghasilan yang kita dapatkan, baik berupa gaji, komisi, bunga tabungan/deposito, imbal balik investasi akan dikenakan pajak penghasilan (Pph). Dengan membayar pajak, maka secara tidak langsung kita turut berkontribusi membangun negara. Senyum kecutnya memudar jadi agak bangga deh… Pajak penghasilan ini dibagi menjadi 2 berdasarkan tarif perpajakan, yaitu (1) pajak progresif dan (2) pajak final.

Pajak progresif umumnya berlaku untuk penghasilan seperti gaji, komisi, insentif, dan bonus. Semakin tinggi penghasilan, maka semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Saat ini, range persentase pajak progresif terendah berkisar antara 5% untuk penghasilan setahun hingga Rp 50 juta dan tertinggi 30% untuk pendapatan tahunan di atas Rp 500 juta.

Sedangkan pajak final dikenakan sebesar 15% untuk royalti, hadiah, penghargaan, kupon obligasi dan dividen; 20% untuk bunga tabungan, deposito, dan diskonto dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI); serta 0.1% untuk nilai transaksi penjualan saham.

Yup, 0.1% saja pajak yang dikenakan untuk imbal hasil yang kita dapatkan dari berinvestasi saham.

Jika dibandingkan dengan instrumen investasi yang lain bagaimana persentase imbal baliknya? Investasi saham kan katanya gambling? Fluktuatif lagi. 

Sabar Mak… Kita lihat dulu ya perbandingannya, dengan asumsi kita menabung Rp 500.000,- setiap bulan di masing-masing instrumen investasi berikut ini, berapa imbal hasil hasil yang kita dapatkan, let’s say, 40 tahun lagi di umur pensiun kita. Baru setelah itu, di posting berikutnya kita belajar bersama lebih mendalam lagi tentang saham yang “katanya judi” itu.

infografik_perbandingan_return_investasi

 

Advertisements

2 thoughts on “Ini Perbandingan Imbal Balik Investasi Rp 500.000,- Emak per Bulan

  1. Mba kalo saham2 di atas itu cara belinya gimana ya.. Berarti beli 500rb aja bisa ya? Jd pgn nih belajar saham mba. Kmrn aku beli sukuk sr09 .. Tp sbnrnya krn ngejar kuponny itu aja, 😀

    Like

    1. Bisa Mbak Fanny, kita beli saham seharga 200ribu-an pun bisa. Tergantung harga dan jumlah saham yg kita beli ketika itu. Misalnya, saham WIKA (Wijaya Karya) saat ini harganya 2490 per lembar saham. Minimal pembelian saham 1 lot (100 lembar). Jadi kalau kita beli 1 lot saham WIKA itu artinya sama dengan kita beli susu formula 800gr yg rata2 250ribu Mbak… Hehehe…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s