Berkenalan dengan Saham Yuks!

Walah, ngapain juga berkenalan dengan saham? Ya karena memang itu salah satu “persyaratan implisit” ketika saya baru bergabung dengan tim Investor Relations. Hehehe. Tak hanya mengenali saham beserta dunia kapital atau permodalan, namun pada saat itu – jika saya ingin lancar berkontribusi dalam tim kecil tersebut – saya juga harus PDKT mempelajari lebih dalam terkait faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja saham. Ribet? Awalnya sih iya karena banyak terminologi baru bak bahasa dewa yang sukses bikin saya mabuk kepayang. Above all, tak ada ruginya mempelajari salah satu instrumen investasi yang memberikan imbal balik tertinggi ini sebagai modal kita meraih impian di masa depan ataupun menambah cashflow untuk belanja susu krucils. 🙂

Dari sekian banyak pilihan investasi (baca Investasi, Apa Itu?), saham adalah satu-satunya yang mampu membuat kita bisa update status di platforms sosmed bahwa kita adalah pemilik perusahaan Astra – yang sah. Itu permisalan ya Mak, andai kita membeli saham ASII (kode perusahaan PT Astra International Tbk.). Dan sebagai pemilik, maka kita bisa mengklaim bahwa aset dan pendapatan perusahaan pillihan kita tersebut adalah milik kita juga. Bangga? Pastinya!

Saham merupakan instrumen investasi yang menandakan kepemilikan suatu perusahaan beserta aset & pendapatannya. 

Dengan memiliki suatu perusahaan, bukan serta merta lalu membuat kita pusing mengatur jalannya perusahaan. Yang satu ini beda dari jika kita adalah seorang mompreneur atau start ups owner yang mengharuskan kita mulai dari nol dan menjalankan roda bisnis dengan gaya personal kita berikut suka dukanya. Namun disini yang perlu diingat adalah, tidak lantas kita pemilik 100% perusahaan Mak. Pada umumnya, perusahaan menjual sahamnya kepada publik rata-rata 30-40%. Selebihnya dimiliki oleh parent company (induk perusahaan) atau pemerintah sebagai pengendali perusahaan mayoritas.

Saham memberikan kita – sang pemilik perusahaan – hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan memilih Board of Directors (BOD) atau jajaran pemimpin perusahaan.

Merekalah yang akan menanggung segala bentuk perpusingan dalam me-manage perusahaan kita. Ehem! Perusahaan kita Mak… Kita yang demen dasteran di rumah suatu ketika bisa datang ke RUPS dengan kitten heels and all that cool, looking smart wardrobes yang selama ini kita simpan rapi di lemari. Hehehe.

Kelebihan berinvestasi saham:

  • Mendapatkan capital gain (keuntungan dari kenaikan harga saham)
  • Memperoleh dividend (pembagian keuntungan perusahaan)

Kekurangan berinvestasi saham:

  • Capital loss (kerugian atas penurunan harga saham)
  • Terekspos risiko likuidasi (jika perusahaan bangkrut)

Kalau kita mau beli cabe rawit yang harganya sekarang selangit itu, pelarian kita, sebagai emak mungkin ke pasar tradisional supaya dapat harga termurah. Eniwei, ini dia juga nih, salah satu alasan kenapa sebaiknya kita mulai berinvestasi saham, yaitu untuk mengalahkan inflasi atau kenaikan harga-harga barang/jasa (baca juga: Antara Imbal Balik Investasi dan Inflasi).

Sama halnya jika kita akan membeli saham, ya tentunya di pasar yang selama ini kita kenal sebagai Pasar Modal. Emiten atau perusahaan yang sahamnya sudah tercatat setelah Initial Public Offering (IPO), dapat dibeli di Pasar Modal atau Bursa Efek Indonesia/BEI. BEI merupakan hasil merger Bursa Efek Jakarta yang sudah kita kenal sebelumnya, dengan Bursa Efek Surabaya. Tapi kita tidak bisa langsung beli saham layaknya beli cabe di Pasar Minggu Mak. Saham dapat kita beli melalui jasa perantara perdagagan efek (pialang/broker/perusahaan sekuritas). Ibaratnya begini Mak:

BEI itu seperti Pasar Minggu, para pialang/broker/perusahaan sekuritas sebagai pedagang di Pasar Minggu, sedangkan kita – para emak ini adalah pembeli (investor). 

Apakah kita lantas perlu repot-repot ngebusway ke BEI? Nggak juga Mak. Sekarang kita bisa berinvestasi maupun bertransaksi saham secara online. Perusahaan sekuritas sejak beberapa tahun yang lalu selain menawarkan produk saham juga sudah mulai menyediakan jasa IT terkait proses perdagangan saham yang memudahkan kita sehingga kita dapat bertransaksi kapanpun dan dimanapun. Dari sini kita juga dapat menghindari adanya misscommunication seperti ketika kita memakai jasa broker via telepon untuk memberikan perintah beli atau jual (saham). Kita juga dapat memonitor pergerakan saham kita secara fleksibel melalui aplikasi di handphone. Jadi, kita tidak perlu lagi mantengin layar monitor lama-lama Mak. Bisa sambil ditinggal goreng ikan bawal laut dan ngulek sambel.

10 Hal Penting Berinvestasi Saham


Lo Kheng Hong atau dikenal juga sebagai Warren Buffet-nya Indonesia, yang semula terlahir miskin di Jakarta dengan pekerjaan sehari-harinya memecah kelapa kini tercatat memiliki aset saham sebesar 2.5T selama 26 tahun menjadi investor.

 

Advertisements

8 thoughts on “Berkenalan dengan Saham Yuks!

    1. Sebenarnya bukan main saham ya Mbak Ade, tapi investasi sama spt deposito, obligasi, reksadana, dll – namun dengan return atau imbal hasil yg lebih tinggi… Saham bukan mainan soalnya, hehehe. Gpp Mbak, kita belajar bareng yaaa… 😉 Salam kenal Mbak Ade…

      Like

  1. Kalo saham aku blm mudeng mba.. Selama ini krn aku kerja di bank, jd prefernya beli reksadana, ato bonds ato sukuk krn memang ini yg dijual di bankku :D.jd lebih mudah aja dan utk staff gratis biaya belinya :D. Kalo saham kan g ada di jual di bank.. Tp pengen sih bisa belajar utk investasi di saham.. 🙂

    Like

    1. Betul Mbak, saham tidak dijual bank tapi bisa juga melalui reksadana saham. Untuk pembelian saham bisa via perusahaan sekuritas Mbak. Blogpost berikutnya akan mengulas gimana cara beli saham, Mbak. Hayuk cemunguds belajar saham bareng! 💪👧 Salam kenal ya Mbak Fanny 😊

      Like

  2. Mbak mita, cakeep dah pembahasannya. Aku sambil belajar ah. Pernah kejeblos soalnya jadi skrg masih takut. Soalnya dulu modalnya nekat

    Like

    1. Halo Bu Dewi! Gimana kabarnya? Waduh ko sampai kejeblos, mungkin jalannya perlu ditambal Bu.. Hehehe. Tapi dari situ kita jadi belajar. Semoga tidak kapok ya Bu…Yuk, belajar bareng. Salam buat temen2 ya… Terima kasih sudah melipir kesini. 😊

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s