Kado Terindah dari-Nya

gift boxKado. Adalah hadiah atau pemberian untuk yang berulang tahun, menikah, kelahiran, dan sebagainya. Biasanya dibungkus rapi dengan kertas beraneka warna dan motif variatif, dipercantik dengan aksesoris pita, bunga, maupun dibentuk bermacam-macam seperti permen, baju, kipas, dll. Membuat siapa saja yang menerimanya menjadi bahagia berbunga-bunga. Begitu pula bagi yang memberinya. Senyum si pemberi pun ikut tersungging di pipi tatkala melihat yang menerima berbinar berseri-seri.

Si Krucil Cantik pernah bertanya,”Ibu, kenapa sih kado itu sampai perlu repot-repot dibungkus?”

“Kakak mau menerima kado yang tidak dibungkus?” saya bertanya balik.

Nggak mau!” jawabnya keras. “Nggak seru!”

Nah itu dia. Kalau kado diberikan begitu saja tanpa dibungkus, tidak akan ada keseruan ketika menerimanya. Tidak ada tantangannya. Kita menjadi langsung tahu apa yang diberikan. Kalau kita mendapat pemberian sebuah poci teh yang diberikan tanpa dibungkus, bisa saja kita sekedar berujar,”Ooohh…” tanpa perlu lagi berpikir sambil mengocok-ngocok kado, bertanya-tanya apa gerangan isinya.

Namun kado – layaknya sebuah paket apakah isinya barang yang kita tunggu-tunggu atau bukan – harus diterima dengan bersyukur. Isinya masih utuh, tidak pecah, atau patah itu termasuk bagian yang tak terpisahkan. Apalagi jika masih tertempel label harga pemberiannya. Murah atau mahal sama saja. Menerima kado berarti kita menerima apa adanya.

Suami saya, adalah kado yang akan selalu indah bagi saya.

Meskipun, ya kadang menyebalkan. Urusan pekerjaan rumah tangga (PR) adalah urusan kami berdua. Komitmen berdua. Karena biduk rumah tangga ini kami bangun bersama-sama. Tidak ada istilahnya mengepel adalah pekerjaan milik seorang ibu atau mengganti galon air adalah pekerjaan ayah. Tapi terkadang memang suami saya dilanda aras-arasen dalam mengerjakan PR-nya.

Misalnya saat giliran jatah beliau mencuci piring tapi masih saja terlihat tumpukan piring dan gelas kotor yang belum terjamah. Ini yang membuat saya ngomel-ngomel dalam batin dan hobi mengelus dada. Sabar, sabar… Sekali, dua kali, ya sudahlah. Sedihnya, hal itu kerap terjadi. Dan bukan tentang mencuci piring saja. Meskipun demikian, suami saya sangat pengertian kepada saya dan amat sayang kepada anak-anaknya.

Someone Special So-Called Dad

Akhir pekan adalah 2 hari dimana suami saya yang bertanggung-jawab sepenuhnya dalam mengurus segala keperluan anak-anak. Seharusnya. Tapi realitanya secara umum tugas itu tidak sepenuhnya ditanggung suami saya. Krucil Ganteng yang perlu dicebokin dan diganti popok baru, masih terlihat berlari kesana-kemari dengan popok yang mengelayut semakin berat di celananya. Jari-jemari Krucil Cantik masih asyik menari-nari di layar sentuh smartphone, padahal matahari kian meninggi sementara Krucil Cantik belum juga mandi.

Tapi di luar semua itu, satu hal yang membuat saya semakin bersyukur dan bangga terhadap suami saya. Semula suami saya sangat anti dan lari jauh-jauh ketika saya memberi sinyal kalau Krucil Ganteng sudah selesai pup. Dulu selalu saya yang harus membersihkan pup dan mengganti popoknya. Belum kalau si Krucil seringkali lari-lari dan loncat-loncat susah ditangkap ketika akan dipakaikan popok dan celana. Tapi kini, suami saya tidak lagi jijik membersihkan pup si Krucil Ganteng dan berkenan mengganti popoknya. 

Shower with DadSeperti kado, yang baik dan yang buruk itu satu paket. 

Pernyataan di atas seolah mudah untuk diucapkan atau dituliskan tapi terkadang sulit agar tetap bisa dipegang teguh. Seperti Yin dan Yang – berlawanan namun berhubungan, saling membangun satu sama lain, terikat bersama sebagai bagian dari keseluruhan. Meskipun sulit, tak ada salahnya dicoba. Asa bisa karena biasa. 

Tahun ini genap 10 tahun kami membangun biduk dan mengarungi bahtera rumah tangga. Dan selama 8 tahun terakhir, kami tak lagi memakai cincin pernikahan, baik ketika di dalam maupun di luar rumah. Saat mengandung anak pertama kami – si Krucil Cantik – seluruh tubuh saya membesar termasuk jari-jari sehingga cincin pernikahan tak lagi muat saya kenakan.

Begitu pula dengan suami saya sejak mengetahui Sunah Rasul SAW yang melarang seorang laki-laki mengenakan cincin emas. Hikmah dibalik larangan ini sejalan dengan kesimpulan penelitian para ahli fisika bahwa atom pada emas dapat menembus ke dalam kulit termasuk ke dalam darah manusia. Dan apabila seorang laki-laki mengenakan emas dalam jumlah tertentu serta dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam persentase yang melebihi batas (disebut juga migrasi emas).

Jika hal tersebut terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer adalah suatu penyakit dimana seseorang kehilangan semua kemampuan mental dan fisiknya dan mengakibatkan kemampuannya kembali seperti anak kecil. Pada perempuan, atom emas yang masuk ke dalam darah dikeluarkan ketika datang bulan. Oleh karenanya, perempuan tidak dilarang mengenakan emas.

Sering saya dan suami dikira masih lajang karenanya.

Sudah lama saya ingin memberMy Everythingi kado suami saya jam tangan untuk pasangan sebagai pengganti cincin pernikahan tersebut sekaligus kado ulang tahun pernikahan kami Juli mendatang. Sepasang jam tangan dengan nama kami yang terukir dibaliknya. Saya akan mengenakan jam tangan dengan nama beliau dan sebaliknya.

Tidak hanya untuk menunjukkan waktu, namun juga sebagai pengingat bahwa waktu yang diberikan secara cuma-cuma oleh Yang Maha Kuasa, bukan semata untuk mencapai tujuan pelayaran kami tapi juga bagaimana kami mengarunginya. Yaitu dengan menciptakan kenangan yang manis untuk dikenang nanti.

Suami saya – mantan sahabat pena saya semenjak SMP, teman satu angkatan SMA, pacar jarak jauh antar dua benua semasa kuliah, ayah dari krucils – adalah kado teman hidup terindah yang diberikan Allah SWT. 

Bagaimana dengan Emak? Siapa orang yang Emak sayang? Kado apa yang akan membuat orang tersayang Emak tersenyum bahagia? Yuk, bagikan cerita Emak dengan mengikuti Lomba Cerita Hepi Elevania… 🙂


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Cerita Hepi Elevania 2017

Lomba Blog Elevania

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s